Memahami UU Hak Tanggungan dalam Transaksi Properti

Dikutip dari situs Kementerian Keuangan, Hak Tanggungan didefinisikan jadi hak agunan yang ditanggung pada hak atas tanah seperti disebut dalam Undang-Undang Nomer 5 Tahun 1960 mengenai Ketentuan Basic Pokok-Pokok Agraria, tersebut ataukah tidak tersebut beberapa benda lain yang disebut satu kesatuan dengan tanah itu, untuk pelunasan utang tersendiri, yang memberi posisi yang diprioritaskan pada kreditor tersendiri pada kreditor-kreditor lain.

Baca juga : Rumah Dekat stasiun Tangerang

Dengan simpel, Hak Tanggungan ialah bentuk hak agunan atas tanah terhitung beberapa benda lain yang disebut satu kesatuan dengan tanah itu. Hak agunan itu dipakai oleh bank yang bertindak jadi kreditur supaya debitur melunasi hutangnya. Agunan itu juga dikenal jadi hipotik.

UU Hak Tanggungan

Hak Tanggungan mempunyai beberapa landasan hukum yang ditata dalam undang-undang, diantaranya Undang-Undang Nomer 5 Tahun 1960 serta Undang-Undang Nomer 4 Tahun 1996.

Contoh masalah

Jadi contoh contoh, Anda jadi customer ingin ajukan credit rumah ke bank dengan nilai rumah sebesar 500 juta Rupiah. Faksi bank jadi pemberi credit akan minta Anda menyerahkan agunan berbentuk tanah serta rumah itu.

Faksi bank seterusnya akan menaruh sertifikat hak punya atas tanah serta rumah Anda jadi agunan sampai credit Anda betul-betul lunas terbayar.

Dengan begitu, bila nanti Anda tidak dapat membayar credit waktu jatuh tempo atau credit Anda macet, karena itu Anda dapat lakukan penjualan dengan lelang atas tanah serta rumah yang disebut.

Hasil penjualan tanah serta rumah itu akan diserahkan kepada bank serta Anda memiliki hak terima tersisa hasil penjualan itu.

Contohnya, rumah serta tanah Anda laris terjual sebesar 700 juta Rupiah sesaat credit Anda di bank sebesar 500 juta Rupiah. Karena itu, bank cuma akan ambil beberapa Rp500 juta, selanjutnya bekasnya sebesar Rp200 juta jadi punya Anda.

Periode Waktu KPR Yang Pas

Beberapa dari Anda mungkin masih bingung untuk pilih periode waktu KPR. Iming-iming ongkos cicilan kecil, dapat jadi penarik customer dengan alasan lebih mudah tiap bulannya. Atau sebaliknya, penawaran periode panjang tidak kalah menariknya, bila disaksikan dari periode waktu KPR yang termasuk cepat bisa melunasi pembelian rumah di Tangerang.

Lalu, bila sekarang ini Anda sedang disuguhi untuk pilih periode waktu KPR, semestinya baca dahulu nih, panduan jeli pilih periode waktu KPR yang sesuai keperluan Anda.

Gagasan hari esok

Tiap orang, ditambah lagi di umur produktif, pasti mempunyai gagasan dalam kehidupannya. Contohnya menikah, mempunyai anak dan lain-lain. Beralihnya pola hidup akan punya pengaruh pada skema keuangan satu orang atau pasangan. Bila pada beberapa waktu ke depan pengeluaran bertambah, karena itu sebaiknya pilih KPR dengan periode waktu yang panjang dengan jumlahnya angsuran yang konstan.

Type pekerjaan

Jika Anda kerja jadi karyawan dengan pendapatan bulanan yang konstan, bisa jadi tenor KPR panjang ialah pilihan pas. Masalahnya besar angsuran KPR tenor panjang biasanya relatif lebih mudah. Pekerja dengan skema pendapatan bulanan akan dimudahkan dalam mengurus arus kas jika besar angsuran tidaklah terlalu besar. Di lain sisi Anda pun memikul efek berutang dalam periode waktu benar-benar lama.

Sesaat bila Anda kerja jadi entrepreneur atau karyawan dengan bonus besar di luar penghasilan teratur (seperti tenaga penjualan), KPR tenor pendek mungkin lebih pas. Karena tidak hanya bunga lebih rendah, Anda dapat manfaatkan pendapatan tambahan seperti bonus atau rejeki di luar penghasilan teratur untuk top up, yang berarti melunasi beberapa atau semua utang KPR.

Hutang lain

Pikirkan juga bila Anda mempunyai utang atau angsuran lain yang belum juga lunas. Semestinya lunasi terlebih dulu utang-utang lain yang sedang berjalan, supaya tidak meningkatkan beban keuangan saat angsuran pembelian rumah dengan KPR mulai berjalan.

Unsur umur

Perlu untuk diketahui umumnya bank memberi kriteria optimal usia saat KPR selesai. Hingga pemungutan periode waktu KPR akan terkait dengan umur. Umumnya bank akan memutuskan umur optimal dari pengambil yaitu 55 s/d 65 tahun. Bila Anda masih berumur muda di rata-rata 20 tahun, karena itu tidak ada permasalahan saat periode waktu KPR yang diambil sepanjang 20 atau 25 tahun.

Tetapi saat ambil KPR diusia 40 tahun, maka susah untuk disetujuinya permintaan Anda saat tenor yang diharapkan sepanjang 20 atau 25 tahun. Anda cuma diperbolehkan memperoleh tenor 5 atau 10 tahun.